Selasa, 08 Desember 2015

Tugas Softskill " Perencanaan Penulisan Ilmiah"

TUGAS INDIVIDU



DI SUSUN OLEH
Asrofi Lazuardi
NPM      : 21113446
KELAS  : 3KB01
DOSEN   : Risky Tri Anggara


SISTEM KOMPUTERUNIVERSITAS GUNADARMA2015




KATA PENGANTAR


Puji dan syukur Tim Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada Tim Penulis sehingga Tim Penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perencanaan Penulisan Ilmiah” yang merupakan salah satu tugas terstruktur Bahasa Indonesia pada semester lima.
Dalam makalah ini kami membahas mengenai bagaimana mengidentifikasikan masalah tulisan, latar belakang, tujuan dan manfaat penulisan, mengindentifikasi kerangka teori, formulasi isi tulisan dan bagaimana membuat kesimpulan dan saran dalam Ragam Bahasa.
Dalam menyelesaikan makalah ini, Tim Penulis telah banyak mendapat bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini Tim Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bapak Risky Tri Anggara selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas mengenai “Perencanaan Penulisan Ilmiah” ini sehingga pengetahuan Tim Penulis dalam penulisan makalah ini makin bertambah dan hal itu sangat bermanfaat bagi penyusunan skripsi  kami di kemudian hari.
2. Pihak-pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu yang telah turut membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu yang tepat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi Tim Penulis. Akhir kata Tim Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang bersifat menbangun akan Tim Penulis terima dengan senang hati.

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Sangat penting Peranan Bahasa Indonesia di dalam dunia Pendidikan dan dunia sehari-hari kita. Mengingat hal yang terjadi pada zaman sekarang banyak bagi mereka yang seolah-olah ingin melupakan bahasa Indonesia bahasa persatuan ataupun gengsi dan lain sebagai nya, karena kebanyakan bagi mereka lebih memilih bahasa internasional yang sedang tren saat ini yaitu English Language (Bahasa Inggris). Dan pula banyak dari mereka bagi mahasiswa yang belum mengetahui bagaimana cara membuat makalah / karya ilmiah yang sebenarnya (yang sempurna).
Sehingga dari latar belakang tersebut kami sebagai penulis untuk mendeskripsikan secara detail. Tentang bagaimana cara merencanakan penulisan karya ilmiah yang di ajarkan kepada mahasiswa STAIN Pamekasan pada khususnya. Mengingat salah satu kendala yang dihadapi oleh mahasiswa pembuatan karya ilmiah sebagai salah satu syarat penyelesaian

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapatlah di tarik beberapa rumusan masalah yang menjadi focus penulis dalam menganalisa yaitu sebagai berikut :
1.      Bagaimana merencanakan penulisan karya ilmiah
2.      Bagaimana cara merumuskan tujuan penulisan karya ilmiah

C.     Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dan penyusunan makalah ini yaitu sebagai bahan dan referensi dan untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui dan merencanakan penulisan karya ilmiah.

D.    Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan ini bisa mengetahui bagaimana caranya untuk bisa merencanakan dan membuat makalah yang baik.











BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN JUDUL

A.     Pengertian Bahasa
Sebelum membicarakan materi pokok bahasa Indonesia. Perlu kita mengenal beberapa istilah yang biasa di pergunakan untuk bahasa Indonesia yakni.
  1. Bahasa Resmi
Bahasa resmi adalah bahasa yang telah di sahkan dengan undang-undang atau peraturan pemerintah (resmi = rasmi, kamus umum bahasa Indonesia - Poewadarminta). Bahasa resmi ialah bahasa yang telah disahkan dan dipakai dalam administrasi pemerintahan dalam rapat-rapat disekolah-sekolah, dalam pertemuan-pertemuan resmi dan lain-lain.
  1. Bahasa Negara
Bahasa Negara adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesiayang terdiri dari 13.677 Pulauu (berpnghuni. 6.004 Pulaui) dan terdiri dari ratusan bangsa.
  1. Bahasa Persatuan
Bahasa kesatuan adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesiayang terdiri dari 13.677 pulau (berpenghuni 6.004 Pulau) dan terdiri dari ratusan bangsa
  1. Bahasa Kesatuan
Bahasa kesatuan adalah bahasa yang telah menjadi satu. Oleh karena itu negara itu negara kita adalah negara kesatuan, maka dengan sendirinya kita menginginkan bahasa Indonesia juga hendaknya menjadi bahasa kesatuan.
  1. Bahasa Nasional
Bahasa Nasional  dalai bahasa yang dipergunakan sebagai wahana untuk menyatakan aspirasi kenasioanalan. Perkataan nasional dari kata "nation" artinya bangsa, kemudian melahirkan nasionalisme, nasionalist, yang mengandung makna "Perjuangan".
B.     Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah
Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang baik, seorang penulis harus merencanakan nya. Dengan matang. Beberapa langkah yang harus dilalui meliputi:
  1. Memilih topic
  2. Merumuskan tujuan penulisan
  3. mengumpulkan bahan
  4. menyusun kerangka.
Dengan langkah yang sistematis itu, hasil tulisandari seorang penulis di harapkan tidak memiliki cacat yang sekecil-kecilnya.
  1. Pemilihan Topik
Memilih topic berarti memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan. Topic itu dapat diperoleh dari berbagai sumber yakni : pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Topik-topik karya ilmiah banyak yang bersumber pada pengamatan, pengalaman dan penalaran.
Istilah topic sering dikacaukan dengan tema. Topic adalahmedan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Tema adalah pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Tema sifatnya masih hipotesis yang masih hipotesis yang masih memerlukan pembinaan atau penolakan dengan cara penelitian.
Dalam memilih topik karya ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
a.        Topik yang akan dipilih hendaknya menarik untuk dikaji. Sebuah topik akan menarik apabila
1.      Merupakan masalah yang menyangkut persoalan bersama
2.      Merupakan jalan keluar dari suatu persoalan yang tengah dihadapi
3.      Mengandung konflik pendapat
4.      Masalah yang di kaji hendaknya dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan
b.        Topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit
c.        Topik yang di pilih sesuai dengan minat dan kemampuan penulis
d.        Topik yang di kaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau yang berkaitan dengan profesi.
  1. Merumuskan Tujuan Penulisan
Rumusan tujuan Penulisan adalah suatu gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan mengarahkan penulis dalam penulisan selanjutnya dengan menentukan tujuan penulisan. Bahan-bahan apa yang diperlukan Organisasi karangan yang akan diterapkan dan sudut pandang penulis yang dipilih.
Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara. Jika tulisan yang di kembangkan merupakan tema dari seluruh tulisan. Tujuan penulisan dapat di rumuskan dalam bentuk tesis. Jika tulisan yang dikembangkan bukan merupakan dari seluruh tulisan, maka tujuan penulisan dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan maksud keduanya akan membimbing penulis dalam mengarahkan tulisannya.
Tesis adalah sebuah kalimat yang merupakan kunci untuk seluruh tulisan. Sebuah tesis itu senada dengan kalimat topik dalam suatu paragraph tesis umumnya berbentuk suatu kalimat, baik kalimat tunggal atau kalimat majemuk bertingkat. Sebuah tesis tidak berbentuk kalimat majemuk setera, karena dalam kalimat majemuk secara berisi dua gagasan sentral. Fungsi tesis dalam sebuah karangan sama dengan fungsi topik untuk paragraph pertama dalam karangan ilmiah.
Sebuah tesis hendaknya memiliki sifat terbatas. Mengandung kesatuan dan ketepatan. Rumusan tesis yang terlalu umum berimplikasi terhadap sebuah uraian yang berisi tentang sesuatu tempat memberikan petunjuk tentang apa yang akan dibahas. Dan bagaimana membahas nya.
  1. Mengumpulkan Bahan
Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber sebaiknya di catat dalam kartu-kartu informsi. Pengetahuan ini perlu di lakukan terutama dalam penulisan karya ilmiah yang cukup besar. Seperti : Skripsi, tesis, disertasi atau buku.  Pengetahuan ini bertujuan untuk memudahkan penulis dalam melacak sumber informasiya.
Informasi yang diperoleh dari bacaan dapat di tuliskan dalam berbarapa bentuk, yakni :
1.      Kutipan, Jika kita menyalin kata-kata dari buku tepat seperti aslinya.
2.      Prafase, jika kita mengungkapkan kembali maksud penulis dengan kata-kata sediri
3.      Rangkuman atau ringkasan. Jika kita menyaring yang kit abaca.
4.      Evaluasi atau ulasan, jika kita mengemukakan reaksi terhadap gagasan yang dikemukakan penulis




BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah adalah merencanakan dengan  matang suatu topik yang benar-benar dipilih oleh penulis.
Topik karya ilmiah banyak bersumber dari hasil pengamatan. Pengalaman dan penjelasan. Untuk mengambil topik harus yang menarik untuk dibahas, tidak terlalu luas dan terlalu sempit sesuai dengan minat dan kemampuan penulis.

B.     SARAN
Dalam berkomonikasi sehari-hari kita sebagai tuns-tunas bangsa di tuntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sesuai dengan EYD yang berlaku.








DAFTAR PUSTAKA

-          Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STAIN Pamekasan, Edisi Kedua, 2003
-          Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang di sempurnakan (Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia 1993.
-          Drs. H. Aziz Djaja
-     http://hadirukiyah.blogspot.co.id/2010/08/merencanakan-penulisan-karya-ilmiah.html

Tugas Softskill Kaimat Efektif

TUGAS INDIVIDU



DI SUSUN OLEH
Asrofi Lazuardi
NPM      : 21113446
KELAS  : 3KB01
DOSEN   : Risky Tri Anggara


SISTEM KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Tim Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada Tim Penulis sehingga Tim Penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kaimat Efektif” yang merupakan salah satu tugas terstruktur Bahasa Indonesia pada semester  Lima.
Dalam makalah ini kami membahas mengenai bagaimana mengidentifikasikan masalah tulisan, latar belakang, tujuan dan manfaat penulisan, mengindentifikasi kerangka teori, formulasi isi tulisan dan bagaimana membuat kesimpulan dan saran dalam Ragam Bahasa.
Dalam menyelesaikan makalah ini, Tim Penulis telah banyak mendapat bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini Tim Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bapak Risky Tri Anggara selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas mengenai “Kaimat Efektif” ini sehingga pengetahuan Tim Penulis dalam penulisan makalah ini makin bertambah dan hal itu sangat bermanfaat bagi penyusunan skripsi  kami di kemudian hari.
2. Pihak-pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu yang telah turut membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu yang tepat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi Tim Penulis. Akhir kata Tim Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang bersifat menbangun akan Tim Penulis terima dengan senang hati.

ABSTRAK
                            
Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi paling penting untuk mempersatukan seluruh bangsa. Sehingga dalam berkomunikasi harus jelas dalam menyampaikan informasi sehingga informasinya mudah dipahami. Karena itu, perlu mengetahui bagaimana menggunakan kalimat yang benar. Dimana kalimat yang mudah di pahami itu adalah kalimat efektif. Tentang kalimat efektif penulis menggunakan buku Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah ebagai acuannya.
Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. Tranformasi kalimat berupa perubahan bentuk kalimat menjadi bentuk kalimat lain. Jenis-jenis transformasi: Transformasi jeda, Transformasi aposisi, Transformasi setara, Transformasi disjungtif, Transformasi opini, Transformasi Total
Topik adalah pokok pembicara atau pikiran. Fungsi kalimat topik:1) Dapat dipakai sebagai judul karya tulis. 2) Dapat dipakai sebagai kalimat utama dalam sebuah paragraf. 3) Dapat dipaki dalam spanduk, leafled, poster, iklan, dan sebagainya.Wujud topik ada dua yaitu: Topik yang berupa bentuk kata dan yang berbentuk kalimat.
Cara menyusun kalimat topik: 1) Penulisan karya dimulai dengan menentukan pokok pikiran. 2) Pokok pikiran berupa nominal atau kalimat yang dinominalkan. 3) Pokok pikiran yang bernilai menyangkut kehidupan orang banyak. 4) Penulisan skripsi dapat berhubungan dengan pokok ilmu pengetahuan, bisa berupa pikiran sebagai penemuan baru. 5) Pokok pikiran tersebut diperluas dengan cara menambah satuan lingual yang dibutuhkan.

Kata Kunci: Kalimat Efektif, Informasi Jelas, Kalimat Lengkap,
Transformasi Kalimat, Kalimat Topik.



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................i
ABSTRAK………………………..………………………..……………………… ii
KATA KUNCI…………………..………………………..…………………..…… ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah…………………………………………. 1
B. Perumusan Masalah……………………………………………… 1
C. Tujuan Penelitian………………………………………………… 1
D. Metode Penelitian………………………………………………... 2
E. Manfaat Penelitian………………………………………………... 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian kalimat efektif………………………………………... 3
B. Transformasi kalimat………………………………………….…. 3
C. Kalimat Topik……………………………………………….…… 7

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan………………………………………………………..….. 11
B.     Saran...................................................................................................... 12


DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..…… 13


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi paling penting untuk mempersatukan seluruh bangsa. Oleh sebab itu, merupakan alat mengungkapkan diri baik secara lisan maupun tulisan, dari segi rasa harsa dan cipta serta piker baik secara efektif dan logis. Semua warga negara Indonesia harus mahir dalam menggunakan Bahasa Indonesia karena itu merupakan kewajiban bergaul di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu kita harus memajukan kepribadian Indonesia di dalam maupun di luar negeri.
Kepribadian Indonesia dapat tercipta dari kemahiran berbahasa Indonesia, bagi mahasiswa Indonesia semua itu dapat tercermin dalam tata pikir, tata tulis, tata ucapan dan tata laku. Berbahasa Indonesia dalam konteks Ilmiah dan Akademis, sebagai mahasiswa harus lebih dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar supaya negeri ini bisa tetap utuh terjaga.
Mahasiswa selain berbahasa Indonesia juga dapat menggunakan kalimat efektif. Kalimat yang disampaikan secara mudah dipahami oleh pembaca. Karya ilmiah ditulis untuk dipahami oleh pembaca. Penulis hendaknya memperhatikan kalimat yang disusun. Kalimat sangat penting dalam sebuah tulisan, kalimat yang baik mudah dipahami pembaca.

B. Perumusan Masalah
Dari uraian latar belakang yang dijabarkan di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
“Mengetahui dan memahami kalimat efektif”.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk mengetahui dan memahami kalimat yang digunakan dalam menyampaikan informasi yang baik dan benar.


D. Metode Penelitian
Dalam melakukan penelitian tentang kalimat efektif penulis menggunakan buku Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah, sebagai acuan dalam pembahasan masalah.

E. Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian tentang kalimat efektif adalah supanya dalam menyampaikan informasi kepada orang lain menggunakan kalimat yang tepat sehingga informasi yang disampaikan jelas.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian kalimat efektif.
Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat sangat penting dalam sebuah tulisan. Kalimat yang baik mudah dipahami oleh pembaca.
Kalimat lengkap dan bukan fragmentaris. Kalimat yang disusun hendaknya memiliki struktur kalimat bahasa Indonesia yaitu S P O K/pel. Apabila struktur tersebut tidak dipenuhi, maka kalimat yang disusun menjadi tidak lengkap strukturnya yang disebut kalimat yang fragmentaris.
Contoh:
  1. ira.
  2. ira belajar.
  3. ira belajar bahasa Indonesia.
  4. ira belajar bahasa Indonesia dikampus.

B. Transformasi kalimat
Transformasi berasal dari bahasa inggris transformation yaitu suatu proses mengubah bentuk bahasa menjadi bentuk-bentuk lain. baik dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks, maupun dari bentuk yang kompleks ke bentuk yang sederhana. Maka tranformasi kalimat berupa perubahan bentuk kalimat menjadi bentuk kalimat lain.

Jenis-jenis transformasi sebagai berikut:
  1. Transformasi jeda, yaitu dengan menggunakan jeda.
Jeda adalah perhentian sebentar. Perhentian sebentar ini dalam kalimat dapat diwujudkan setelah mengucapakan kata-kata yang ada di dalam kalimat.
Contoh:
a.       Ibu Ruminah seorang guru.
b.      Ibu, Ruminah seorang guru.
c.       Ibu Ruminah, seorang guru.
d.      Ibu, Ruminah, seorang guru.
Penempatan jeda mengakibatkan kalimat a) yang masih meragukan menjadi kalimat b) c) dan d) yang memiliki maksud  berbeda. Kalimat b) yang berprofesi sebagai guru adalah Ruminah; kalimat c) yang berprofesi sebagai guru adalah Ibu Ruminah; dan d) yang berprofesi sebagai guru adalah Ibu dan Ruminah. Tanda baca (,) yang merupakan perhentian sebentar memiliki makna yang dalam.
Jadi dalam menulis harus memperhatiakan tanda baca agar pemabaca dapat mememahami informasi yang disampaikan. Informasi yang tidak bisa dipahami pembaca mengakibatkan tulusan seorang penulis tidak komunikatif.
Kalimat minor atau minim juga dapat dijadikan menjadi kalimat lain dengan transfornasi jeda.
Contoh:
a.       Aduh.
b.      Aduh!
c.       Aduh?1
d.      Aduh….?
e.       Aduh?

  1. Transformasi aposisi, yaitu dengan menggunakan kata tugas “yang”.
Perubahan bentuk kalimat antara dua komponen menggunakan kata tugas “yang” (monovalen)
Contoh:
a.       Almari itu dipakai tempat baju.
b.      Almari itu dijual.
Bentuk transformasinnya:
a.       Almari yang dipakai tempat baju itu dijual.
b.      Almari yang dijual itu dipakai tempat baju.
 Kalimat a) transformasi primer sebab gagasan pertama menempati posisi depan (bagian depan/kontur depan)
Sedangakan gagasan kedua menempati posisi belakang. Pembentukan kalimat transformasi aposisi ini menggunakan tiga gagasan yang berbeda dan dideskripsikan berurutan.
Transformasi aposisi ini dimanfaatkan pada bentuk deskripsi. Karangan diskripsi mengandalkan keahlian penulis dalam membuat bentuk-bentuk kalimat transformasi aposisi.
Contoh kalimat:
a.       Pemuda ini sering mengantar aku sampai ke kos.
b.      Pemuda ini sering membiri ucapan selamt ulang tahun kepadaku.
c.       Pemuda ini diwisuda Agustus 2005.
 Diubah menjadi kalimat transformasi aposisi:
Menjadi a+b+c; a+c+b; b+a+c; b+c+a; c+b+a dan c+a+b.

Pengembangan penalaran penulis tampak dalam kalimat yang disusun. Kelogisan eskripsi akan menjadi bahan pertimbangan bagi seorang penulis.

  1. Transformasi setara, yaitu dengan menggunakan kata tugas “dan”.
Pentransformasian ini akan menghasilkan kalimat majemuk setara/kalimat koordinat. Dua gagasan yang nilai komunikasinya sama disatukan oleh kata “dan”.
Contoh:
a.       Hujan turun dan pohon tumbang.
b.      Ayah pergi dan ibu pulang.
Hal yang bisa disatukan tentu saja memenuhi syarat nilai sama seperti kalimat diatas.
Contoh:
a.       Hujan turun dan sudah wisuda.
b.      Ibu menjahit dan teroris bergerak.
Ada kendala psikologis dalam penyusunan kalimat diatas, penulis nampak memaksa gagasan yang berbeda disatukan dalam satu kalimat.

  1. Transformasi disjungtif, yaitu dengan menggunakan kata tugas atau/tetapi.
Penggunaan kata atau untuk menghasilkan kesamaan dan penggunaan tetapi untuk menghasilkan ketidaksamaan.



Contoh:
a.       Ida makan, atau Ibu tidur.
b.      Ida makan, tetapi Ibu tidur.
c.       Saya berbicara keras, tetapi guru menerangkan.
d.      Saya berbicara keras, tetapi guru tidak menghiraukan.

  1. Transformasi opini, yaitu dengan menggunakan kata tugas “benar” atau “tidak benar”.
Opini merupakn pandangan penulis. Transformasi opini merupakan pandangan subjektif penulis. Nilai pendapat ditentukan oleh kepandaian yang dimiliki penulis. Penulis yang dipercaya tentu saja berimbas pada kepercayaan terhadap kalimat yang dibuat.
Pedapat yang berorientasi kepada pengakuan menggunakan kata tugas benar dan opini yang berorientasi kepada pengingkaran atau sanggahan menggunakan kata tugas tidak benar.
Contoh:
a.       Benar, bahwa Ani mengikuti semester pendek ini.
b.      Tidak benar, rakyat belum makmur.
Opini sering di sajikan berdasarkan pandangan seseorang terhadap hal yang terjadi di dalam kehidupan. Logika atau penalaran yang menyertai penyusunan kalimat opini ini adalah kondisi psikologis  penuis.
Kalimat ini bisa mendatangkan perdebatan adu argument yang serius manakala digunakan dalam komunikasi. Komunikasi tulis akan menimbulkan perang pena.

  1. Transformasi Total, yaitu dengan menggunakan bentuk afirmatif dan negasi.
Transformasi total atau dupik. Penulis menampilakn bentuk afirmatif dan negasi dalam bentuk kalimat.
Contoh:
a.       Ayah pergi atau tidak pergi dan saya harus ada di rumah.
b.      Sehat atau tidak sehat, saya harus mengikuti kuliah ini.
c.       Penjudi atau bukan penjudi, tetapi mereka tetap ditangkap.
Transformasi total ini juga berdsarkan transfomasi disjungtif yang mempergunakan kata atau dan tetapi.
C. Kalimat Topik
Topik adalah pokok pembicara atau pikiran. Topik ditentukan sebelum penulis mulai kegiatannya. Wujud topik yang dibicarakan ada dua:
  1. Topik yang berupa bentuk kata; dan
Misal:
a.       terorisme (bentuk kata berimbuhan): terror + isme.
b.      BBM (bentuk singkatan)
c.       Pilkada (bentuk akronim)
d.      Antikorupsi (bentuk berimbuhan)
e.       Tsunami (bentuk kata)
  1. Topik yang berupa bentuk kalimat.
Misal:
a.       Terorisme sebagai ancaman perdamaian dunia.
b.      Krisis BBM.
c.       Demokrasi rakyat tebentuk melalui pilkada.
d.      Kondisi sekolah pascatsunami.
e.       Dukungan moral terhadap gerakan antikorupsi.
Predikat kalimat topik adalah verba tak operasional, artinya bukan kata kerja transitif. Kata kerja transitif menghendaki kehadiran objek. Cara menyusun kalimat topik yaitu dengan mengganti verba transitif dengan kata tugas.

X
Predikat/verba transitif
Y
Terorisme
Mengakibatkan
Perdamaian dunia terancam
X
Di ganti kata tugas
Y
Terorisme
Sebagai
Menjadi
Merupakan
Ancaman perdamaian dunia
X
Memahami
Y
X
Bergembira
Y
X
Menjadi
Y
X
Mengerti
Y
X
Adalah
Y
X
Ialah
Y
X
Yaitu
Y
X
Yakni
Y

a. Fungsi kalimat topik
Kalimat topik mempunyai fungsi sebagai berikut.
1)      Dapat dipakai sebagai judul karya tulis.
2)      Dapat dipakai sebagai kalimat utama dalam sebuah paragraf.
3)      Dapat dipaki dalam spanduk, leafled, poster, iklan, dan sebagainya.
b.Cara menyusun kalimat topik
1)      Penulisan karya dimulai dengan menentukan pokok pikiran.
2)      Pokok pikiran berupa nominal atau kalimat yang dinominalkan.
3)      Pokok pikiran yang bernilai menyangkut kehidupan orang banyak.
4)      Penulisan skripsi dapat berhubungan dengan pokok ilmu pengetahuan, bisa berupa pikiran sebagai penemuan baru.

Pokok pikiran




Benda konkret
Koperasi
Flu Burung


Minyak
Kayu Jati


Gajah
Daun Sirih


Keindahan

Keindahan Alam Merapi

Benda abstrak
Kebebasan
Keharmonisan rumah tangga


Kemerdekaan

Kemerdekan berpendapat


Pendidikan

Keramahan Kota Solo



Hal-hal yang faktual dan aktual selalu dipikirkan oleh masyarakat luas. Penulis dapat mengangkat hal tersebut sebagai topik. Inspirasi penulis kadang tidak disisihkan dan tidak dijadikan topik. Penulis kadang lebih mementingkan kebutuhan masyarakat luas. Topik yang demikian dapat diterima oleh pembaca.

5)      Pokok pikiran tersebut diperluas dengan cara menambah satuan lingual yang dibutuhkan. Perluasan yang dilakukan ini sebenarnya sebagai usaha ke arah pemfokusan pembicaraan.
Contoh:
a)      Koperasi merupakan kekuatan ekonomi ekonomi rakyat.
“X” +V instransitif +”Y”

b)      Minyak tanah sebagai kebutuhan pokok rumah tangga.
“X” +V intransitif +”Y”
Pokok pikiran yang bisa dikembangkan sebagai karya tulis ilmiah dapat diberi contoh:

1
Ekploitasi Anak dalam Siaran Televisi
12
Kekerasan terhadap Anak
2
Pengaruh Buruk Siaran Televisi
13
Perdagangan Anak
3
Iklan di Televisi Pemicu Kebutuhan Anak
14
Perlindungan Hak Anak
4
Siaran Televisi sebagai Candu
15
Penertiban Tempat Hiburan
5
Siaran Televisi
16
Terorisme
6
Eksploitasi Anak dalam Iklan
17
Kekerasan terhadap Anak
7
Pengaruh Buruk Limah
18
Iklan di Televisi Pemicu Kebutuhan Anak
8
Siaran Televisi sebagai Hiburan Anak
19
Siaran Televisi sebagai Hiburan Remaja
9
Eksploitasi Anak dalam Perdagangan
20
Kekerasan terhadap Anak
10
Pengaruh Buruk Hand- phone
21
Iklan di Televisi Pemicu Kebutuhan Keluarga
11
Siaran Televisi sebagai Hiburan Masyarakat
22
Siaran Televisi sebagai Hiburan Keluarga


BAB III
PENUTUP


A.     Kesimpulan
Ø  Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca.
Ø  Jenis-jenis transformasi sebagai berikut:
1.      Transformasi Jeda, yaitu dengan menggunakan jeda.
2.      Transformasi Aposisi, yaitu dengan menggunakan kata tugas “yang”.
3.      Transformasi Setara, yaitu dengan menggunakan kata tugas “dan”.
4.      Transformasi Disjungtif, yaitu dengan menggunakan kata tugas atau/tetapi.
5.      Transformasi Opini, yaitu dengan menggunakan kata tugas benar atau tiadak benar.
6.      Transformasi Total, yaitu dengan menggunakan bentuk afirmatif dan negasi dalam bentuk kalimat.
Ø  Topik adalah pokok pembicara atau pikiran.
Ø  Wujud topik yang dibicarakan ada dua:
1.      Topik yang berupa bentuk kata; dan
2.      Topik yang berupa bentuk kalimat.
Ø  Predikat kalimat topik adalah verba tak operasional, artinya bukan kata kerja transitif.
Ø  Fungsi kalimat topik:
1.      Dapat dipakai sebagai judul karya tulis.
2.      Dapat dipakai sebagai kalimat utama dalam sebuah paragraf.
3.      Dapat dipaki dalam spanduk, leafled, poster, iklan, dan sebagainya.
Ø  Cara menyusun kalimat topik:
1.      Penulisan karya dimulai dengan menentukan pokok pikiran.
2.      Pokok pikiran berupa nominal atau kalimat yang dinominalkan.
3.      Pokok pikiran yang bernilai menyangkut kehidupan orang banyak.
4.      Penulisan skripsi dapat berhubungan dengan pokok ilmu pengetahuan, bisa berupa pikiran sebagai penemuan baru.
5.      Pokok pikiran tersebut diperluas dengan cara menambah satuan lingual yang dibutuhkan.


B.     Saran
Kritik dan saran yang membangun, kami harapkan untuk perbaikan dan kemajuan karya tulis ini.



DAFTAR PUSTAKA
·         Rohmadi, Muhammad dkk. 2009. Bahasa Indonesia untuk penulisan karya tulis ilmiah. Surakarta: Media Perkasa