TUGAS INDIVIDU
DI SUSUN OLEH
Asrofi Lazuardi
NPM : 21113446
KELAS : 3KB01
DOSEN : Risky Tri Anggara
SISTEM KOMPUTER
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2015
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Tim Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada Tim Penulis sehingga Tim Penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Kaimat Efektif” yang
merupakan salah satu tugas terstruktur Bahasa Indonesia pada semester Lima.
Dalam makalah ini kami membahas mengenai bagaimana mengidentifikasikan
masalah tulisan, latar belakang, tujuan dan manfaat penulisan,
mengindentifikasi kerangka teori, formulasi isi tulisan dan bagaimana membuat
kesimpulan dan saran dalam Ragam Bahasa.
Dalam menyelesaikan makalah ini, Tim Penulis telah banyak mendapat bantuan
dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini Tim
Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1. Bapak Risky Tri Anggara selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia
Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas mengenai “Kaimat Efektif” ini
sehingga pengetahuan Tim Penulis dalam penulisan makalah ini makin bertambah
dan hal itu sangat bermanfaat bagi penyusunan skripsi kami di kemudian
hari.
2. Pihak-pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu yang telah
turut membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu
yang tepat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi Tim Penulis. Akhir
kata Tim Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kritik
dan saran yang bersifat menbangun akan Tim Penulis terima dengan senang hati.
ABSTRAK
Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi paling penting untuk mempersatukan
seluruh bangsa. Sehingga dalam berkomunikasi harus jelas dalam menyampaikan
informasi sehingga informasinya mudah dipahami. Karena itu, perlu mengetahui
bagaimana menggunakan kalimat yang benar. Dimana kalimat yang mudah di pahami
itu adalah kalimat efektif. Tentang kalimat efektif penulis menggunakan buku
Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah ebagai acuannya.
Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi
dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. Tranformasi kalimat berupa
perubahan bentuk kalimat menjadi bentuk kalimat lain. Jenis-jenis transformasi:
Transformasi jeda, Transformasi aposisi, Transformasi setara, Transformasi
disjungtif, Transformasi opini, Transformasi Total
Topik adalah pokok pembicara atau pikiran. Fungsi kalimat topik:1) Dapat
dipakai sebagai judul karya tulis. 2) Dapat dipakai sebagai kalimat utama dalam
sebuah paragraf. 3) Dapat dipaki dalam spanduk, leafled, poster, iklan, dan
sebagainya.Wujud topik ada dua yaitu: Topik yang berupa bentuk kata dan yang
berbentuk kalimat.
Cara menyusun kalimat topik: 1) Penulisan karya dimulai dengan menentukan
pokok pikiran. 2) Pokok pikiran berupa nominal atau kalimat yang dinominalkan.
3) Pokok pikiran yang bernilai menyangkut kehidupan orang banyak. 4) Penulisan
skripsi dapat berhubungan dengan pokok ilmu pengetahuan, bisa berupa pikiran
sebagai penemuan baru. 5) Pokok pikiran tersebut diperluas dengan cara menambah
satuan lingual yang dibutuhkan.
Kata Kunci: Kalimat Efektif,
Informasi Jelas, Kalimat Lengkap,
Transformasi Kalimat, Kalimat
Topik.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................i
ABSTRAK………………………..………………………..……………………… ii
KATA KUNCI…………………..………………………..…………………..…… ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah…………………………………………. 1
B. Perumusan Masalah……………………………………………… 1
C. Tujuan Penelitian…………………………………………………
1
D. Metode
Penelitian………………………………………………... 2
E. Manfaat
Penelitian………………………………………………... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian kalimat
efektif………………………………………... 3
B. Transformasi
kalimat………………………………………….…. 3
C. Kalimat Topik……………………………………………….…… 7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan………………………………………………………..…..
11
B. Saran......................................................................................................
12
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..…… 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Indonesia adalah alat
komunikasi paling penting untuk mempersatukan seluruh bangsa. Oleh sebab itu,
merupakan alat mengungkapkan diri baik secara lisan maupun tulisan, dari segi
rasa harsa dan cipta serta piker baik secara efektif dan logis. Semua warga
negara Indonesia harus mahir dalam menggunakan Bahasa Indonesia karena
itu merupakan kewajiban bergaul di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain itu kita harus memajukan kepribadian Indonesia di dalam maupun
di luar negeri.
Kepribadian Indonesia dapat
tercipta dari kemahiran berbahasa Indonesia, bagi
mahasiswa Indonesia semua itu dapat tercermin dalam tata pikir, tata
tulis, tata ucapan dan tata laku. Berbahasa Indonesia dalam konteks
Ilmiah dan Akademis, sebagai mahasiswa harus lebih dapat menggunakan bahasa
Indonesia dengan baik dan benar supaya negeri ini bisa tetap utuh terjaga.
Mahasiswa selain
berbahasa Indonesia juga dapat menggunakan kalimat efektif. Kalimat
yang disampaikan secara mudah dipahami oleh pembaca. Karya ilmiah ditulis untuk
dipahami oleh pembaca. Penulis hendaknya memperhatikan kalimat yang disusun. Kalimat
sangat penting dalam sebuah tulisan, kalimat yang baik mudah dipahami pembaca.
B. Perumusan Masalah
Dari uraian latar belakang yang
dijabarkan di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
“Mengetahui dan memahami kalimat
efektif”.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari karya tulis ini
adalah untuk mengetahui dan memahami kalimat yang digunakan dalam menyampaikan
informasi yang baik dan benar.
D. Metode Penelitian
Dalam melakukan penelitian
tentang kalimat efektif penulis menggunakan buku Bahasa Indonesia Untuk
Penulisan Karya Tulis Ilmiah, sebagai acuan dalam pembahasan masalah.
E. Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian tentang
kalimat efektif adalah supanya dalam menyampaikan informasi kepada orang lain
menggunakan kalimat yang tepat sehingga informasi yang disampaikan jelas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian kalimat efektif.
Kalimat efektif dipahami sebagai
kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami
oleh pembaca. Kalimat sangat penting dalam sebuah tulisan. Kalimat yang baik
mudah dipahami oleh pembaca.
Kalimat lengkap dan bukan
fragmentaris. Kalimat yang disusun hendaknya memiliki struktur kalimat bahasa
Indonesia yaitu S P O K/pel. Apabila struktur tersebut tidak dipenuhi, maka
kalimat yang disusun menjadi tidak lengkap strukturnya yang disebut kalimat
yang fragmentaris.
Contoh:
- ira.
- ira
belajar.
- ira
belajar bahasa Indonesia.
- ira
belajar bahasa Indonesia dikampus.
B. Transformasi kalimat
Transformasi berasal dari bahasa
inggris transformation yaitu suatu proses mengubah bentuk bahasa menjadi
bentuk-bentuk lain. baik dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks,
maupun dari bentuk yang kompleks ke bentuk yang sederhana. Maka tranformasi
kalimat berupa perubahan bentuk kalimat menjadi bentuk kalimat lain.
Jenis-jenis transformasi sebagai
berikut:
- Transformasi jeda, yaitu
dengan menggunakan jeda.
Jeda adalah perhentian sebentar.
Perhentian sebentar ini dalam kalimat dapat diwujudkan setelah mengucapakan
kata-kata yang ada di dalam kalimat.
Contoh:
a. Ibu Ruminah seorang
guru.
b. Ibu, Ruminah seorang
guru.
c. Ibu Ruminah, seorang
guru.
d. Ibu, Ruminah, seorang
guru.
Penempatan jeda mengakibatkan
kalimat a) yang masih meragukan menjadi kalimat b) c) dan d) yang memiliki
maksud berbeda. Kalimat b) yang berprofesi sebagai guru adalah
Ruminah; kalimat c) yang berprofesi sebagai guru adalah Ibu Ruminah; dan d)
yang berprofesi sebagai guru adalah Ibu dan Ruminah. Tanda baca (,) yang
merupakan perhentian sebentar memiliki makna yang dalam.
Jadi dalam menulis harus
memperhatiakan tanda baca agar pemabaca dapat mememahami informasi yang
disampaikan. Informasi yang tidak bisa dipahami pembaca mengakibatkan tulusan
seorang penulis tidak komunikatif.
Kalimat minor atau minim juga
dapat dijadikan menjadi kalimat lain dengan transfornasi jeda.
Contoh:
a. Aduh.
b. Aduh!
c. Aduh?1
d. Aduh….?
e. Aduh?
- Transformasi aposisi, yaitu
dengan menggunakan kata tugas “yang”.
Perubahan bentuk kalimat antara
dua komponen menggunakan kata tugas “yang” (monovalen)
Contoh:
a. Almari itu dipakai
tempat baju.
b. Almari itu dijual.
Bentuk transformasinnya:
a. Almari yang dipakai
tempat baju itu dijual.
b. Almari yang dijual itu
dipakai tempat baju.
Kalimat a) transformasi
primer sebab gagasan pertama menempati posisi depan (bagian depan/kontur depan)
Sedangakan gagasan kedua
menempati posisi belakang. Pembentukan kalimat transformasi aposisi ini
menggunakan tiga gagasan yang berbeda dan dideskripsikan berurutan.
Transformasi aposisi ini
dimanfaatkan pada bentuk deskripsi. Karangan diskripsi mengandalkan keahlian
penulis dalam membuat bentuk-bentuk kalimat transformasi aposisi.
Contoh kalimat:
a. Pemuda ini sering
mengantar aku sampai ke kos.
b. Pemuda ini sering
membiri ucapan selamt ulang tahun kepadaku.
c. Pemuda ini diwisuda
Agustus 2005.
Diubah menjadi kalimat transformasi aposisi:
Menjadi a+b+c; a+c+b; b+a+c;
b+c+a; c+b+a dan c+a+b.
Pengembangan penalaran penulis
tampak dalam kalimat yang disusun. Kelogisan eskripsi akan menjadi bahan
pertimbangan bagi seorang penulis.
- Transformasi setara, yaitu
dengan menggunakan kata tugas “dan”.
Pentransformasian ini akan
menghasilkan kalimat majemuk setara/kalimat koordinat. Dua gagasan yang nilai
komunikasinya sama disatukan oleh kata “dan”.
Contoh:
a. Hujan turun dan pohon
tumbang.
b. Ayah pergi dan ibu
pulang.
Hal yang bisa disatukan tentu
saja memenuhi syarat nilai sama seperti kalimat diatas.
Contoh:
a. Hujan turun dan sudah
wisuda.
b. Ibu menjahit dan
teroris bergerak.
Ada kendala psikologis dalam
penyusunan kalimat diatas, penulis nampak memaksa gagasan yang berbeda
disatukan dalam satu kalimat.
- Transformasi disjungtif,
yaitu dengan menggunakan kata tugas atau/tetapi.
Penggunaan kata atau untuk
menghasilkan kesamaan dan penggunaan tetapi untuk menghasilkan ketidaksamaan.
Contoh:
a. Ida makan, atau Ibu
tidur.
b. Ida makan, tetapi Ibu
tidur.
c. Saya berbicara keras,
tetapi guru menerangkan.
d. Saya berbicara keras,
tetapi guru tidak menghiraukan.
- Transformasi opini, yaitu
dengan menggunakan kata tugas “benar” atau “tidak benar”.
Opini merupakn pandangan penulis.
Transformasi opini merupakan pandangan subjektif penulis. Nilai pendapat
ditentukan oleh kepandaian yang dimiliki penulis. Penulis yang dipercaya tentu
saja berimbas pada kepercayaan terhadap kalimat yang dibuat.
Pedapat yang berorientasi kepada
pengakuan menggunakan kata tugas benar dan opini yang berorientasi kepada
pengingkaran atau sanggahan menggunakan kata tugas tidak benar.
Contoh:
a. Benar, bahwa Ani
mengikuti semester pendek ini.
b. Tidak benar, rakyat
belum makmur.
Opini sering di sajikan
berdasarkan pandangan seseorang terhadap hal yang terjadi di dalam kehidupan.
Logika atau penalaran yang menyertai penyusunan kalimat opini ini adalah
kondisi psikologis penuis.
Kalimat ini bisa mendatangkan
perdebatan adu argument yang serius manakala digunakan dalam komunikasi.
Komunikasi tulis akan menimbulkan perang pena.
- Transformasi Total, yaitu
dengan menggunakan bentuk afirmatif dan negasi.
Transformasi total atau dupik. Penulis
menampilakn bentuk afirmatif dan negasi dalam bentuk kalimat.
Contoh:
a. Ayah pergi atau tidak
pergi dan saya harus ada di rumah.
b. Sehat atau tidak
sehat, saya harus mengikuti kuliah ini.
c. Penjudi atau bukan
penjudi, tetapi mereka tetap ditangkap.
Transformasi total ini juga berdsarkan
transfomasi disjungtif yang mempergunakan kata atau dan tetapi.
C. Kalimat Topik
Topik adalah pokok pembicara atau
pikiran. Topik ditentukan sebelum penulis mulai kegiatannya. Wujud topik yang
dibicarakan ada dua:
- Topik
yang berupa bentuk kata; dan
Misal:
a. terorisme (bentuk kata
berimbuhan): terror + isme.
b. BBM (bentuk singkatan)
c. Pilkada (bentuk
akronim)
d. Antikorupsi (bentuk
berimbuhan)
e. Tsunami (bentuk kata)
- Topik
yang berupa bentuk kalimat.
Misal:
a. Terorisme sebagai
ancaman perdamaian dunia.
b. Krisis BBM.
c. Demokrasi rakyat
tebentuk melalui pilkada.
d. Kondisi sekolah
pascatsunami.
e. Dukungan moral
terhadap gerakan antikorupsi.
Predikat kalimat topik adalah
verba tak operasional, artinya bukan kata kerja transitif. Kata kerja transitif
menghendaki kehadiran objek. Cara menyusun kalimat topik yaitu dengan mengganti
verba transitif dengan kata tugas.
X
|
Predikat/verba transitif
|
Y
|
Terorisme
|
Mengakibatkan
|
Perdamaian dunia terancam
|
X
|
Di ganti kata tugas
|
Y
|
Terorisme
|
Sebagai
Menjadi
Merupakan
|
Ancaman perdamaian dunia
|
X
|
Memahami
|
Y
|
X
|
Bergembira
|
Y
|
X
|
Menjadi
|
Y
|
X
|
Mengerti
|
Y
|
X
|
Adalah
|
Y
|
X
|
Ialah
|
Y
|
X
|
Yaitu
|
Y
|
X
|
Yakni
|
Y
|
a. Fungsi kalimat topik
Kalimat topik mempunyai fungsi sebagai berikut.
1) Dapat dipakai sebagai
judul karya tulis.
2) Dapat dipakai sebagai
kalimat utama dalam sebuah paragraf.
3) Dapat dipaki dalam
spanduk, leafled, poster, iklan, dan sebagainya.
b.Cara menyusun kalimat topik
1) Penulisan karya
dimulai dengan menentukan pokok pikiran.
2) Pokok pikiran berupa
nominal atau kalimat yang dinominalkan.
3) Pokok pikiran yang
bernilai menyangkut kehidupan orang banyak.
4) Penulisan skripsi
dapat berhubungan dengan pokok ilmu pengetahuan, bisa berupa pikiran sebagai
penemuan baru.
Pokok pikiran
|
|||
Benda konkret
|
Koperasi
|
Flu Burung
|
|
Minyak
|
Kayu Jati
|
||
Gajah
|
Daun Sirih
|
||
Keindahan
|
Keindahan Alam Merapi
|
||
Benda abstrak
|
Kebebasan
|
Keharmonisan rumah tangga
|
|
Kemerdekaan
|
Kemerdekan berpendapat
|
||
Pendidikan
|
Keramahan Kota Solo
|
Hal-hal yang faktual dan aktual selalu
dipikirkan oleh masyarakat luas. Penulis dapat mengangkat hal tersebut sebagai
topik. Inspirasi penulis kadang tidak disisihkan dan tidak dijadikan topik.
Penulis kadang lebih mementingkan kebutuhan masyarakat luas. Topik yang
demikian dapat diterima oleh pembaca.
5) Pokok pikiran tersebut
diperluas dengan cara menambah satuan lingual yang dibutuhkan. Perluasan yang
dilakukan ini sebenarnya sebagai usaha ke arah pemfokusan pembicaraan.
Contoh:
a) Koperasi merupakan
kekuatan ekonomi ekonomi rakyat.
“X” +V instransitif +”Y”
b) Minyak tanah sebagai
kebutuhan pokok rumah tangga.
“X” +V intransitif +”Y”
Pokok pikiran yang bisa
dikembangkan sebagai karya tulis ilmiah dapat diberi contoh:
1
|
Ekploitasi Anak dalam Siaran
Televisi
|
12
|
Kekerasan terhadap Anak
|
2
|
Pengaruh Buruk Siaran Televisi
|
13
|
Perdagangan Anak
|
3
|
Iklan di Televisi Pemicu Kebutuhan
Anak
|
14
|
Perlindungan Hak Anak
|
4
|
Siaran Televisi sebagai Candu
|
15
|
Penertiban Tempat Hiburan
|
5
|
Siaran Televisi
|
16
|
Terorisme
|
6
|
Eksploitasi Anak dalam Iklan
|
17
|
Kekerasan terhadap Anak
|
7
|
Pengaruh Buruk Limah
|
18
|
Iklan di Televisi Pemicu Kebutuhan
Anak
|
8
|
Siaran Televisi sebagai Hiburan
Anak
|
19
|
Siaran Televisi sebagai Hiburan
Remaja
|
9
|
Eksploitasi Anak dalam Perdagangan
|
20
|
Kekerasan terhadap Anak
|
10
|
Pengaruh Buruk Hand- phone
|
21
|
Iklan di Televisi Pemicu Kebutuhan
Keluarga
|
11
|
Siaran Televisi sebagai Hiburan
Masyarakat
|
22
|
Siaran Televisi sebagai Hiburan
Keluarga
|
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ø Kalimat efektif
dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi
tersebut mudah dipahami oleh pembaca.
Ø Jenis-jenis
transformasi sebagai berikut:
1. Transformasi Jeda,
yaitu dengan menggunakan jeda.
2. Transformasi Aposisi,
yaitu dengan menggunakan kata tugas “yang”.
3. Transformasi Setara,
yaitu dengan menggunakan kata tugas “dan”.
4. Transformasi
Disjungtif, yaitu dengan menggunakan kata tugas atau/tetapi.
5. Transformasi Opini,
yaitu dengan menggunakan kata tugas benar atau tiadak benar.
6. Transformasi Total,
yaitu dengan menggunakan bentuk afirmatif dan negasi dalam bentuk kalimat.
Ø Topik adalah pokok
pembicara atau pikiran.
Ø Wujud topik yang
dibicarakan ada dua:
1. Topik yang berupa
bentuk kata; dan
2. Topik yang berupa
bentuk kalimat.
Ø Predikat kalimat topik
adalah verba tak operasional, artinya bukan kata kerja transitif.
Ø Fungsi kalimat topik:
1. Dapat dipakai sebagai
judul karya tulis.
2. Dapat dipakai sebagai
kalimat utama dalam sebuah paragraf.
3. Dapat dipaki dalam
spanduk, leafled, poster, iklan, dan sebagainya.
Ø Cara menyusun kalimat
topik:
1. Penulisan karya
dimulai dengan menentukan pokok pikiran.
2. Pokok pikiran berupa
nominal atau kalimat yang dinominalkan.
3. Pokok pikiran yang
bernilai menyangkut kehidupan orang banyak.
4. Penulisan skripsi
dapat berhubungan dengan pokok ilmu pengetahuan, bisa berupa pikiran sebagai
penemuan baru.
5. Pokok pikiran tersebut
diperluas dengan cara menambah satuan lingual yang dibutuhkan.
B. Saran
Kritik dan saran
yang membangun, kami harapkan untuk perbaikan dan kemajuan karya tulis ini.
DAFTAR PUSTAKA
· Rohmadi, Muhammad dkk.
2009. Bahasa Indonesia untuk penulisan karya tulis ilmiah. Surakarta:
Media Perkasa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar