KELAS : 3KB01
JUDUL MATERI : MEDIUM ACCESS CONTROL (MATERI A)
MEDIUM
ACCESS CONTROL
PENGERTIAN
MEDIUM ACCESS CONTROL
Media Access Control adalah sebuah metode
untuk mentransmisikan sinyal yang dimiliki oleh node-node yang terhubung ke
jaringan tanpa terjadi konflik. Medium Acces Control menjelaskan tentang
pentingnya dilakukan mekanisme control atas pemakaian saluran komunikasi oleh
beberapa node yang hendak melakukan transmisi / pengiriman data.
Contoh ketika dua komputer meletakkan
sinyal di atas media jaringan (sebagai contoh: kabel jaringan) secara
simultan (berbarengan), maka kondisi yang disebut sebagai "collision"
(tabrakan) akan terjadi yang akan mengakibatkan data yang ditransmisikan akan
hilang atau rusak. Solusi untuk masalah ini adalah dengan menyediakan metode
akses media jaringan, yang bertindak sebagai "lampu lalu lintas" yang
mengizinkan aliran data dalam jaringan atau mencegah adanya aliran data untuk
mencegah adanya kondisi collision.
CHANNEL ALLOCATION LAN
Channel allocation pada LAN terdiri dari :
Static allocation
Dynamic
allocation
a. Static
Allocation LAN
Cara
tradisional dalam mengalokasikan sebuah saluran misalnya kabel
telepon dengan banyak pengguna, Menggunakan Frequency Division Multiplexing
(FDM). Frequency Division Multiplexing (FDM) merupakan pembagian Bandwidth menjadi N bagian dimana
tiap pemakai memiliki frekwensi band sendiri, tanpa ada interferensi. Alokasi
dibagi berdasarkan waktu interval-interval diskrit dan algoritma, round
robin (mengijinkan setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot
waktunya sudah diterima). Namun pada alokasi static sering menyia-nyiakan kapasitas saluran.
b.
Dynamic Allocation LAN
Metoda alokasi dinamik bagi suatu saluran dapat tersentralisasi ataupun
ter-desentralisasi. sentralisasi terdapat sebuah entity tunggal, misalnya unit
bus pengatur, yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman paket ini
bisa dilakukan setelah menerima giliran
dan membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal.
desentralisasi, tidak terdapat
entity sentral, setiap mesin harus dapat menentukan dirinya sendiri kapan bisa
atau tidaknya mengirim.
Terdapat beberapa asumsi tentang
Dynamic Allocation LAN, yaitu :
·
Station model
Model terdiri dari n buah
stasiun yang independent (komputer telepon alat komunikasi pribadi, dll) yang
masing-masing memiliki program dan pengguna yang menghasilkan frame untuk
trasmisi, stasiun akan diblokir dan tidak melakukan apapun juga sampai frame
tersebut berhasil ditrasmisikan.
·
Asumsi saluran tunggal
saluran tersedia hanya satu bagi
semua jenis komunikasi, semua stasiun dapat mentrasmisikan melalui saluran
tersebut dan semua dapat menerima melalui saluran itu juga.
·
Collision Assumption
Bila dua buah frame ditrasmisikan
secara bersama, keduaanya bertumpah tindih waktunya (tabrakan/collision) dan
akan menyebabkan signal yang rusak. Semua stasiun dapat mendeteksi tabrakan.
Frame yang bertabrakan harus ditranmisikan ulang.
·
Continuous Time
Tranmisi frame dapat dilakukan
setiap saat tidak terdapat master clock yang berbagi waktu menjadi
interval-interval diskrit
·
Slotted Time
Dibagi menjadi interval
– interval diskrit (slot). Trasmisi frame selalu dimulai pada awal sebuah
slot. Sebuah slot dapat berisi 0, 1, atau lebih frame, yang masing-masing
berhubungan dengan slot yang idle, transmisi yang berhasil dan tabrakan
·
Carrier Sense
Stasiun dapat mengetahui bahwa
suatu saluran sedang dipakai sebelum mencoba menggunakannya, bila saluran
sedang sibuk maka tidak akan ada stasiun yang akan mencoba menggunakannya
sampai saluran tersebut berada dalam keadaan idle
·
No Carrier Sense
Stasiun tidak dapat merasakan keadaan suatu
saluran sebelum menggunakanya. Stasiun mencoba menggunakan trasmisi. Setelah
beberapa saat kemudian stasiun akan mengetahui apakah trasmisi tersebut
berhasil atau gagal.
MULTIPLE ACCESS PROTOCOL
Merupakan cara pengaksesan dimana waktu pengiriman
setiap user telah dijadwalkan sebelumnya untuk menghindari terjadinya tabrakan/
collision paket data apabila beberapa user mengakses suatu saluran pada saat
yang sama. Pola akses bersifat broadcast (sebuah frame yang dikirimkan
akan diterima oleh semua stasiun )
ALOHA
ALOHA Murni (pure)
Berslot (slotted) Dikembangkan pertama kali di Univesity of Hawaii tahun
1970-an oleh Norman Abramson berupa Jaringan paket radio ALOHA murni. Ide
dasar, membiarkan pengguna untuk melakukan transmisi kapan. pengirim akan
mengetahui frame yang dikirimkan rusak atau tidak setelah 270 mdetik (No
Sense system).
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Media_Access_Control
miftah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../Media+Access+Control.pptx
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Media_Access_Control
miftah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../Media+Access+Control.pptx