Rabu, 20 April 2016

MEDIUM ACCESS CONTROL

NAMA                 : ASROFI LAZUARDI (21113446)
KELAS                : 3KB01
JUDUL MATERI : MEDIUM ACCESS CONTROL (MATERI A)

MEDIUM ACCESS CONTROL

PENGERTIAN MEDIUM ACCESS CONTROL
Media Access Control adalah sebuah metode untuk mentransmisikan sinyal yang dimiliki oleh node-node yang terhubung ke jaringan tanpa terjadi konflik. Medium Acces Control menjelaskan tentang pentingnya dilakukan mekanisme control atas pemakaian saluran komunikasi oleh beberapa node yang hendak melakukan transmisi / pengiriman data.
Contoh ketika dua komputer meletakkan sinyal di atas media jaringan (sebagai contoh: kabel jaringan) secara simultan (berbarengan), maka kondisi yang disebut sebagai "collision" (tabrakan) akan terjadi yang akan mengakibatkan data yang ditransmisikan akan hilang atau rusak. Solusi untuk masalah ini adalah dengan menyediakan metode akses media jaringan, yang bertindak sebagai "lampu lalu lintas" yang mengizinkan aliran data dalam jaringan atau mencegah adanya aliran data untuk mencegah adanya kondisi collision.

CHANNEL ALLOCATION LAN
Channel allocation pada LAN terdiri dari :
     Static  allocation
     Dynamic allocation

a.      Static Allocation LAN
Cara tradisional dalam mengalokasikan sebuah saluran misalnya kabel telepon dengan banyak pengguna, Menggunakan Frequency Division Multiplexing (FDM). Frequency Division Multiplexing (FDM) merupakan pembagian Bandwidth menjadi N bagian dimana tiap pemakai memiliki frekwensi band sendiri, tanpa ada interferensi. Alokasi dibagi berdasarkan waktu interval-interval diskrit dan algoritma, round robin (mengijinkan setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot waktunya sudah diterima). Namun pada alokasi static sering menyia-nyiakan kapasitas saluran.
b.      Dynamic Allocation LAN
Metoda alokasi dinamik bagi suatu saluran dapat tersentralisasi ataupun ter-desentralisasi. sentralisasi terdapat sebuah entity tunggal, misalnya unit bus pengatur, yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman paket ini bisa  dilakukan setelah menerima giliran dan membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal.
desentralisasi, tidak terdapat entity sentral, setiap mesin harus dapat menentukan dirinya sendiri kapan bisa atau tidaknya mengirim.
Terdapat beberapa asumsi tentang Dynamic Allocation LAN, yaitu :
·         Station model
Model terdiri dari n buah stasiun yang independent (komputer telepon alat komunikasi pribadi, dll) yang masing-masing memiliki program dan pengguna yang menghasilkan frame untuk trasmisi, stasiun akan diblokir dan tidak melakukan apapun juga sampai frame tersebut berhasil ditrasmisikan.
·         Asumsi saluran tunggal
saluran tersedia hanya satu bagi semua jenis komunikasi, semua stasiun dapat mentrasmisikan melalui saluran tersebut dan semua dapat menerima melalui saluran itu juga.
·         Collision Assumption
Bila dua buah frame ditrasmisikan secara bersama, keduaanya bertumpah tindih waktunya (tabrakan/collision) dan akan menyebabkan signal yang rusak. Semua stasiun dapat mendeteksi tabrakan. Frame yang bertabrakan harus ditranmisikan ulang.
·         Continuous Time
Tranmisi frame dapat dilakukan setiap saat tidak terdapat master clock yang berbagi waktu menjadi interval-interval diskrit
·         Slotted Time
Dibagi menjadi interval – interval diskrit (slot). Trasmisi frame selalu dimulai pada awal sebuah slot. Sebuah slot dapat berisi 0, 1, atau lebih frame, yang masing-masing berhubungan dengan slot yang idle, transmisi yang berhasil dan tabrakan
·         Carrier Sense
Stasiun dapat mengetahui bahwa suatu saluran sedang dipakai sebelum mencoba menggunakannya, bila saluran sedang sibuk maka tidak akan ada stasiun yang akan mencoba menggunakannya sampai saluran tersebut berada dalam keadaan idle
·         No Carrier Sense
Stasiun tidak dapat merasakan keadaan suatu saluran sebelum menggunakanya. Stasiun mencoba menggunakan trasmisi. Setelah beberapa saat kemudian stasiun akan mengetahui apakah trasmisi tersebut berhasil atau gagal.

MULTIPLE ACCESS PROTOCOL
Merupakan cara pengaksesan dimana waktu pengiriman setiap user telah dijadwalkan sebelumnya untuk menghindari terjadinya tabrakan/ collision paket data apabila beberapa user mengakses suatu saluran pada saat yang sama. Pola akses bersifat broadcast (sebuah frame yang dikirimkan akan diterima oleh semua stasiun )

ALOHA

ALOHA Murni (pure) Berslot (slotted) Dikembangkan pertama kali di Univesity of Hawaii tahun 1970-an oleh Norman Abramson berupa Jaringan paket radio ALOHA murni. Ide dasar, membiarkan pengguna untuk melakukan transmisi kapan. pengirim akan mengetahui frame yang dikirimkan rusak atau tidak setelah 270 mdetik (No Sense system).


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Media_Access_Control
miftah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../Media+Access+Control.pptx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar